Iklan

6/recent/ticker-posts

Dari Jalan Desa ke Denyut Ekonomi Warga: Rabat Beton Jayamekar Dorong Akses dan Produktivitas Lokal

Proses penyelesaian rabat beton jalan lingkungan di Desa Jayamekar yang didanai melalui BHPR, sebagai bentuk komitmen pemerintah desa meski Dana Desa tidak cair.

Pemerintah Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menuntaskan pembangunan rabat beton jalan desa sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga, khususnya pelaku usaha lokal.

Bandung Barat, Jaya Mekar -  matakita.fun- Pembangunan infrastruktur desa kembali membuktikan perannya sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat. 

Hal inilah yang tercermin dari rampungnya proyek rabat beton jalan desa di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. 

Jalan yang kini lebih kokoh dan representatif itu bukan sekadar akses fisik, melainkan jalur penting yang menghubungkan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Proyek pengecoran jalan tersebut menjadi pekerjaan terakhir dari total sekitar 4.500 meter jalan desa yang dibangun secara bertahap di berbagai titik wilayah Desa Jayamekar. 

Pemerintah Desa Jayamekar bersama masyarakat menunjukkan hasil pembangunan rabat beton jalan desa yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas, kenyamanan, dan kesejahteraan warga.

Pada tahap akhir ini, rabat beton dikerjakan sepanjang kurang lebih 215 meter yang mengarah ke RW 10 Dusun 2, dari total lima RW yang ada di wilayah tersebut. 

Lebar jalan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, berkisar antara 3 hingga 4 meter, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga.

Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoeriah, menyampaikan bahwa penyelesaian rabat beton ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. 

Proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp195 juta yang bersumber dari BHPR (Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah), mengingat Dana Desa pada periode sebelumnya tidak cair.

Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoeriah (pakaian merah), meninjau langsung hasil pembangunan rabat beton jalan desa menuju RW 10 Dusun 2, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang menjadi tahap akhir pembangunan infrastruktur jalan desa.

“Alhamdulillah, ini merupakan pengecoran jalan desa yang terakhir. Walaupun Dana Desa tidak cair, pembangunan tetap kami lanjutkan karena akses jalan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Siti Khoeriah.

Menurutnya, keberadaan jalan yang layak menjadi kebutuhan mendasar warga, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. 

Mayoritas masyarakat di sekitar lokasi pembangunan berprofesi sebagai perajin dan pedagang cobek batu, yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan akses kendaraan.

“Kalau jalannya bagus, kendaraan roda empat bisa masuk. Ini sangat membantu proses produksi dan distribusi cobek batu. Aktivitas jual beli jadi lebih mudah dan cepat,” jelasnya Siti.

Selain menunjang perekonomian, rabat beton ini juga dinilai mampu meningkatkan mobilitas sosial warga, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya. 

Jalan yang sebelumnya sulit dilalui saat musim hujan kini menjadi lebih aman dan nyaman digunakan sepanjang tahun.

Siti Khoeriah juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. 

Pasalnya, dalam beberapa tahun ke depan, pengajuan anggaran untuk pembangunan serupa belum tentu dapat dilakukan kembali.

Ke depan, Pemerintah Desa Jayamekar telah menyiapkan rencana lanjutan berupa pembangunan dan perbaikan drainase. 

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas rabat beton agar lebih awet dan tidak mudah rusak akibat aliran air.

“Insyaallah, setelah rabat beton selesai, kita akan fokus ke drainase supaya air tidak menggerus jalan. Ini kita rencanakan bersama masyarakat,” tambahnya Siti.

Dengan selesainya pembangunan rabat beton ini, Desa Jayamekar menegaskan arah pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga. 

Infrastruktur yang dibangun berbasis kebutuhan nyata masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi pertumbuhan desa yang berkelanjutan.***














Sumber     : Liputan
Pewarta    : Adhel
Redaksi    : R Taufiq Nugraha / Adhel

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini