Mata Kita Media

Setelah 34 Tahun Penantian, Desa Cipendey Akhirnya Miliki Lapangan Sepak Bola Baru untuk Warga

Proses pembangunan lapangan sepak bola Desa Cipendey yang dibiayai dari anggaran desa sebagai upaya meningkatkan sarana olahraga bagi masyarakat serta mendorong aktivitas generasi muda, (foto) matakitamedia.fun .


Pemerintah Desa Cipendey, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat merealisasikan pembangunan sarana olahraga berupa lapangan sepak bola yang telah lama dinantikan masyarakat. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, aktivitas olahraga, serta membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.


Bandung Barat - matakita.fun - Penantian panjang masyarakat Desa Cipendey, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya terwujud. Setelah lebih dari tiga dekade menunggu, warga kini memiliki lapangan sepak bola yang dibangun oleh Pemerintah Desa sebagai bagian dari program pembangunan desa pada, Minggu 15 Maret 2026.

Pembangunan sarana olahraga tersebut merupakan salah satu realisasi visi dan misi Kepala Desa Cipendey, Usman Dismartika, yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Lapangan sepak bola yang dibangun tersebut berlokasi di Kampung Cilintung, RT 02 RW 09, Desa Cipendey. Pekerjaan pembangunan mulai direalisasikan pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan fokus pada peningkatan sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Cipendey, Usman Dismartika, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang olahraga dan kesehatan.

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan anggaran desa sebesar Rp77.250.000 yang diambil dari total dana kegiatan sebesar Rp147.550.000. 

Sisa anggaran lainnya dialokasikan untuk pembangunan turap atau penahan tanah guna mencegah longsor di sekitar area jalan yang berada di dekat lokasi lapangan.

Kepala Desa Cipendey, Usman Dismartika, meninjau langsung proses pembangunan dan perataan lahan lapangan sepak bola di Kampung Cilintung, RT 02 RW 09, Desa Cipendey, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, (foto) Asep Ajag.


“Pembangunan ini meliputi perataan lahan lapangan sepak bola serta pembangunan turap sebagai penahan tanah agar tidak terjadi longsor. Program ini kami prioritaskan sebagai sarana olahraga masyarakat sekaligus untuk mendorong potensi olahraga bagi generasi muda,” ujar Usman Dismartika.

Lapangan sepak bola yang dibangun memiliki ukuran kurang lebih 80 meter panjang dan 55 meter lebar. Dengan luas tersebut, lapangan ini diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan olahraga warga, khususnya bagi para pemuda yang memiliki minat di bidang sepak bola.

Usman juga mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 34 tahun masyarakat Desa Cipendey belum memiliki lapangan sepak bola yang memadai. 

Karena itu, pembangunan fasilitas ini menjadi salah satu langkah penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain menjadi tempat berolahraga, keberadaan lapangan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang sosial baru bagi warga untuk berkumpul, beraktivitas, serta mengadakan berbagai kegiatan masyarakat.

Meski demikian, Usman mengakui bahwa masih banyak sarana pendukung yang dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi lapangan tersebut. 

Namun keterbatasan anggaran dari pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi membuat pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Harapan kami ke depan ada dukungan dari pemerintah daerah agar fasilitas pendukung lainnya bisa dibangun, sehingga lapangan ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” tambahnya Usman.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Cilintung, Maulana Ismail menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan lapangan sepak bola tersebut. 
Ia mengaku warga telah lama menunggu fasilitas olahraga seperti ini.

Maulana Ismail Warga Kampung Cilintung menyambut positif pembangunan lapangan sepak bola yang telah lama dinantikan selama puluhan tahun di Desa Cipendey, Kecamatan Cipendeuy, KBB, (foto) Asep Ajag.

“Selama 34 tahun tinggal di RT 02 RW 09, akhirnya kami bisa melihat adanya lapangan sepak bola yang dibangun oleh pemerintah desa. Kami sebagai masyarakat tentu sangat bersyukur dan mendukung program ini,” ujarnya Ismail.

Ismail juga berharap ke depannya kawasan lapangan dapat dikembangkan menjadi area yang lebih produktif bagi masyarakat. 

Salah satu harapannya adalah adanya ruang atau tempat bagi warga untuk berjualan ketika ada kegiatan olahraga atau pertandingan.

“Harapan kami ke depan mungkin bisa ada tempat untuk warga berjualan di sekitar lapangan. Selain menjadi sarana olahraga, lapangan ini juga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya Ismail.

Dengan adanya lapangan sepak bola tersebut, masyarakat Desa Cipendey kini memiliki harapan baru untuk mengembangkan potensi olahraga sekaligus memperkuat kebersamaan warga dalam berbagai kegiatan desa.***



















Sumber      : Liputan
Pewarta     : Asep Ajag
Editor         : R Taufiq Nugraha / Adhel

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak