Proses pelaksanaan pengaspalan (hotmix) jalan desa di RW 08, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/12/2025). Pembangunan jalan sepanjang 111 meter ini dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan akses mobilitas warga, (foto) Adhel.
Pemerintah Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan desa melalui kegiatan hotmix yang bersumber dari Dana Desa 2025. Pembangunan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak dan aman.
Kabupaten Bandung Barat (KBB) - matakita.fun - melalui Pemerintah Desa Padalarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengaspalan atau hotmix jalan desa yang berlokasi di RW 08, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang.
Pekerjaan ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan durasi pengerjaan selama tiga hari kalender.
Kegiatan hotmix jalan desa ini berada di bawah Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa dan dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Jalan yang dibangun memiliki volume panjang 111 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,03 meter. Infrastruktur ini sebelumnya dinilai sudah tidak memadai dan tidak layak dilalui kendaraan, khususnya akses jalan menuju Kampung Babakanloa RW 07 yang setiap hari digunakan oleh warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Pembangunan ini menjadi solusi atas kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan tidak layak dilalui, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat, (foto) Adhel.
Dari sisi anggaran, kegiatan ini mengalokasikan biaya belanja umum dan upah kerja sebesar Rp2.394.400, serta belanja material sebesar Rp54.581.600. Selain itu, juga dikenakan pajak PPN dan PPH sebesar 12,5 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh pelaksanaan kegiatan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pelaksana pembangunan, Iban Rohiban, menyampaikan rasa syukurnya atas terealisasinya pembangunan jalan desa tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan perbaikan jalan.
“Saya sangat bersyukur kegiatan pengaspalan jalan desa ini sudah terealisasikan. Warga merasa senang karena jalan yang sebelumnya rusak dan tidak layak kini sudah diperbaharui,” ujar Iban.
Menurutnya, pembangunan jalan desa bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan warga.
Jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil usaha warga, serta mendukung aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Iban juga menegaskan bahwa manfaat pembangunan ini akan dirasakan dalam jangka panjang.
“Dengan adanya pekerjaan ini, jalan menjadi layak untuk dilalui dan digunakan dengan nyaman. Ini sangat penting bagi masyarakat yang setiap hari menikmati hasilnya,” tambahnya Iban.
Warga setempat menyambut positif pembangunan tersebut. Jalan yang sebelumnya berlubang dan licin saat hujan kini berubah menjadi akses yang lebih aman dan representatif.
Kondisi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan nilai lingkungan permukiman, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Desa Padalarang.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan desa ini, Pemerintah Desa Padalarang menegaskan bahwa Dana Desa dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas masyarakat. Ke depan, pembangunan berkelanjutan diharapkan terus dilakukan agar kualitas hidup warga desa semakin meningkat dan merata.***
Sumber : Liputan
Pewarta : Adhel
Redaksi : R Taufiq Nugraha / Adhel

0 Komentar