Iklan

6/recent/ticker-posts

Longsor Lereng Burangrang Lenyapkan Permukiman di Cisarua, Puluhan Warga Masih Dalam Pencarian

Kondisi permukiman warga di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang hancur tertimbun material longsor dari lereng Gunung Burangrang, (foto) Adhel.


Bencana tanah longsor besar menerjang wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu dini hari. Puluhan rumah hancur dan puluhan warga dilaporkan masih hilang akibat material longsor dari Gunung Burangrang.

Peristiwa, KBB - matakita.fun-  kembali dilanda duka mendalam akibat bencana alam. Tanah longsor berskala besar terjadi di wilayah lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. 

Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, sehingga menimbulkan dampak yang sangat fatal.

Material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan lumpur dengan volume besar meluncur deras dari lereng gunung dan langsung menghantam kawasan permukiman padat penduduk. 

Akibatnya, satu kampung nyaris lenyap dari peta. Dari data sementara yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 20 unit rumah terdampak langsung. 

Dari jumlah tersebut, hanya satu rumah yang masih berdiri, sementara 19 rumah lainnya hancur total hingga rata dengan tanah.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal. 

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu dan memastikan proses evakuasi serta penanganan darurat berjalan.

Ia menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa terus mengalami perkembangan seiring proses pencarian yang masih berlangsung. 

Berdasarkan laporan awal dari Linmas dan Kepala Desa Pasirlangu, korban meninggal dunia yang telah ditemukan berjumlah tujuh orang.

“Data awal yang kami terima, lima orang dinyatakan meninggal dunia, kemudian bertambah dua orang, sehingga total sementara tujuh korban jiwa telah ditemukan,” ujar Asep Ismail dengan nada prihatin di lokasi kejadian.

Selain korban meninggal, kekhawatiran terbesar saat ini adalah masih banyaknya warga yang belum ditemukan. 

Berdasarkan pendataan awal dari pemerintah desa, sebanyak 89 orang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material longsor. 

Puing-puing bangunan rumah warga bercampur lumpur tebal menutupi area permukiman akibat longsor yang terjadi pada dini hari saat warga tertidur.

Tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian meski menghadapi berbagai kendala berat.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Puing-puing bangunan bercampur lumpur tebal menutupi area permukiman yang sebelumnya dipenuhi rumah warga. 

Akses jalan menuju lokasi longsor terputus akibat tertimbun material, menyulitkan pergerakan alat berat dan kendaraan evakuasi.

Proses pencarian dan penyelamatan melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, Basarnas, serta relawan SAR. 

Namun, medan yang curam, material longsor yang masih labil, serta cuaca ekstrem menjadi tantangan serius dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Tim SAR masih bekerja keras melakukan pencarian. Kondisi medan sangat sulit karena akses tertutup dan cuaca belum sepenuhnya bersahabat,” jelas Asep.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara di wilayah Desa Pasirlangu yang dinilai aman. 

Bantuan logistik, dapur umum, serta layanan kesehatan darurat mulai disalurkan bagi warga terdampak.

Mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng gunung agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan.***



















Sumber      : Liputan
Pewarta     : Adhel
Editor         : R Taufiq Nugraha / Adhel

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini