Pemkab Kabupaten Bandung Barat (KBB). Matakitamedia.fun
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali melaksanakan agenda penyegaran birokrasi melalui pelantikan pejabat struktural dan fungsional. Proses pelantikan dilakukan secara langsung maupun daring, menandai langkah lanjutan dalam upaya memperkuat kinerja perangkat daerah dan pemenuhan kebutuhan pelayanan publik.
KBB - matakita.fun - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menggenjot penguatan struktur organisasi melalui pelantikan pejabat baru pada Kamis (26/2/2026).
Jeje Ritchie Ismail resmi melantik 153 pejabat fungsional serta 38 pejabat struktural dalam acara yang digelar di lantai 2 Gedung Utama Komplek Perkantoran KBB, Ngamprah.
Dalam prosesnya, pelantikan pejabat fungsional, yang terdiri dari 30 tenaga kesehatan, 115 tenaga pendidikan, dan 7 tenaga dari perangkat daerah lainnya, dilakukan secara online. Sementara itu, pejabat struktural setingkat administrator (eselon III A) dilantik secara langsung, disaksikan para kepala perangkat daerah se-kabupaten.
"Alhamdulillah hari ini Pemkab Bandung Barat baru saja melaksanakan pelantikan dengan jumlah sekitar 190 orang. Jabatan struktural 38 orang dan jabatan fungsional 153 orang," ujar Jeje dalam keterangannya kepada wartawan.
Meski demikian, pelantikan tersebut belum menutup seluruh kebutuhan jabatan di lingkungan pemerintahan daerah. Jeje menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa posisi yang kosong dan membutuhkan pengisian lebih lanjut.
Ia memastikan bahwa rotasi dan mutasi (rormut) akan kembali dilakukan secara bertahap untuk mengisi kekosongan tersebut.
Jeje belum memberikan waktu pasti terkait pelaksanaan mutasi tahap kedua yang rencananya menyasar pejabat eselon III B dan eselon II.
"Belum seluruhnya, kita melakukannya secara bertahap," katanya Jeje.
Lebih lanjut, Jeje menegaskan bahwa seluruh proses rotasi dan mutasi dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penerapan merit system sebagai dasar penilaian.
Ia menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan kebutuhan organisasi sebagai bagian dari penyusunan struktur serta analisis posisi jabatan.
"Kita melakukan pemetaan kebutuhan organisasi, apa saja yang dibutuhkan. Lalu juga ada evaluasi kinerja dan pembahasan Tim TPK (Tim Penilai Kinerja)," jelas Jeje.
Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, serta menjaga soliditas antarperangkat daerah.
Yang terpenting, imbuhnya, pejabat baru harus mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat.
Dari 38 pejabat struktural yang dilantik, terdapat satu nama yang kembali menduduki jabatan sebelumnya, yakni Hadian Sundara, yang kembali menjabat sebagai Kepala Bagian Prokopim setelah sebelumnya menjadi Sekretaris BKAD.
Pelantikan ini menjadi langkah lanjutan Pemkab Bandung Barat dalam memperkuat kinerja pemerintahan, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan efektif.
Daftar lengkap pejabat struktural yang terkena rotasi mutasi disampaikan secara resmi oleh pemerintah daerah seusai prosesi pelantikan.***
Sumber : Liputan
Editor : R Taufiq Nugraha / Adhel