Ribuan warga Nahdliyin memenuhi area acara peringatan satu abad NU di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, (foto) Asep.
Bandung Barat - matakita.fun - Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi pusat perhatian ribuan warga Nahdliyin yang berkumpul untuk memperingati satu abad lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) pada Sabtu (31/1/2026).
Momentum bersejarah ini digelar bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj 1447 H, menghadirkan suasana religius yang penuh kebersamaan serta kehangatan antarwarga.
Sejak pagi, area acara dipenuhi gelombang massa yang datang dari berbagai kecamatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan interaksi hangat antara tokoh masyarakat, ibu-ibu Muslimat, hingga para santri yang meramaikan kegiatan dengan wajah sumringah.
Sesekali gelak tawa pecah dari sesi interaksi spontan, mempertegas karakter khas warga Nahdliyin yang mengedepankan kekeluargaan dan keramahan.
Dalam momen tersebut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi NU sepanjang satu abad.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan sambutan pada peringatan satu abad NU dan Isra Mi’raj 1447 H di Kompleks Pemkab Bandung Barat.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan dan mewujudkan visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis).
“Seratus tahun perjalanan NU adalah bukti kokoh penjagaan terhadap akidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta komitmen memperkuat persatuan. NU hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten menjaga harmoni dan moderasi beragama,” ujar Bupati Jeje di hadapan para tokoh daerah, perwakilan Kemenag, dan Kapolres Bandung Barat.
Meski suasana dipenuhi rasa syukur, nuansa empati tak luput hadir dalam pidato Bupati.
Ia mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan para korban tanah longsor di wilayah Pasir Langu, Kecamatan Cisarua.
“Mari memohon agar korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kita juga berdoa agar cuaca membaik sehingga proses pencarian dan penanganan pasca-bencana dapat berjalan lancar,” ucapnya Jeje dengan nada haru.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah NU Bandung Barat menuturkan bahwa acara puncak ini merupakan rangkaian panjang sejak 2022.
Serangkaian kegiatan telah digelar sejak Hari Santri Nasional pada Oktober 2022, meliputi Seminar Keluarga Sakinah, ziarah ke makam para muassis NU di Bandung Barat, serta berbagai aksi sosial.
“Kami telah melaksanakan pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan program khitanan massal di Kecamatan Cikalongwetan,” kata Ketua Panitia.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah kader NU Bandung Barat kini mencapai 1.237 kader penggerak yang memiliki keahlian beragam, termasuk bidang sains dan teknologi.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan doa syukur atas kelancaran seluruh program dalam satu tahun terakhir.
Memasuki abad kedua, harapan besar dipanjatkan agar NU tetap menjadi pilar peradaban, penjaga moral, serta mitra pemerintah dalam mewujudkan kehidupan sosial-keagamaan yang harmonis di KBB.***
Sumber : Liputan
Pewarta : Asep
Editor : R Taufiq Nugraha

0 Komentar