Mata Kita Media

Dari 80 Korban ke 66 Teridentifikasi: Perjalanan Panjang Evakuasi Tragedi Pasir Langu dan Lahirnya Zona Merah Bencana

Kepala Desa Pasir Langu, Nur Awaludin Lubis, memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan proses evakuasi korban bencana yang melanda wilayah Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, (foto) Asep Jabrig.


Proses evakuasi korban bencana di Desa Pasir Langu menyisakan kisah duka sekaligus perjuangan panjang. Dari puluhan warga yang dilaporkan hilang, sebagian berhasil diidentifikasi, sementara wilayah terdampak kini ditetapkan sebagai zona merah oleh Badan Geologi Bandung.


Peristiwa, KBB, -matakita.fun - Perjalanan penanganan bencana yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat Jumat (06/03/26). 

Sejak bencana terjadi pada Sabtu, 24 Januari lalu, proses pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan oleh tim gabungan hingga masa evakuasi resmi berakhir.

Kepala Desa Pasir Langu, Nur Awaludin Lubis, dalam keterangannya kepada matakitamedia.fun menjelaskan bahwa bencana tersebut paling parah berdampak pada sejumlah wilayah pemukiman warga. 

Area yang mengalami kerusakan cukup serius di antaranya RT 1 RW 10, RT 4 RW 10, serta wilayah RW 11 Kampung Pasir Kuning.

Menurutnya, sejak awal kejadian jumlah warga yang dinyatakan hilang mencapai sekitar 80 orang. Namun angka tersebut masih bersifat data awal karena proses pencarian dan identifikasi membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Dari total sekitar 80 warga yang dinyatakan hilang, sampai akhir masa evakuasi tim berhasil menemukan dan mengidentifikasi sebanyak 64 orang,” ujar Nur Awaludin Lubis.

Proses identifikasi jenazah menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Beberapa korban yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh harus dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kasih untuk proses penyimpanan sekaligus identifikasi lebih lanjut.

Seiring berjalannya waktu, masa evakuasi pun resmi berakhir pada hari Jumat. Pada saat itu, masih terdapat sejumlah jenazah yang belum dapat dipastikan identitasnya. 

Oleh karena itu, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat mengambil langkah untuk mempersiapkan pemakaman massal bagi jenazah yang belum teridentifikasi.

Kapolda Jawa Barat melalui jajaran kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Pasir Langu serta Kapolres Cimahi untuk menyiapkan lokasi pemakaman massal. 

Awalnya diperkirakan terdapat sekitar 10 hingga 11 peti jenazah yang akan dimakamkan secara bersamaan.
Namun sebelum proses pemakaman dilakukan, tim identifikasi kembali menemukan fakta baru. 

Dua potongan tubuh yang sebelumnya dianggap berasal dari korban berbeda ternyata setelah pemeriksaan lebih lanjut diketahui berasal dari satu tubuh yang sama.

Temuan tersebut membuat jumlah peti jenazah yang dimakamkan secara massal menjadi 10 peti. Lokasi pemakaman massal sendiri berada di wilayah RW 6 RT 4, tepatnya di area Tempat Pemakaman Umum desa yang memang sudah lama ada dan menjadi akses pemakaman warga setempat.

Meski proses evakuasi telah resmi ditutup, perkembangan terbaru kembali terjadi beberapa hari setelah pemakaman massal. Pada hari Minggu, tim kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah tambahan yang sebelumnya belum diketahui identitasnya.

Dengan ditemukannya dua identitas baru tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan dan teridentifikasi bertambah menjadi 66 orang dari total awal sekitar 80 warga yang dilaporkan hilang. 

Artinya hingga saat ini masih terdapat sekitar 14 warga yang belum ditemukan.
Di sisi lain, pemerintah dan tim penanggulangan bencana juga mulai melakukan kajian terhadap kondisi wilayah terdampak. 

Hasil penelitian dari Badan Geologi Bandung yang dilakukan bersama BPBD dan Basarnas menunjukkan adanya area yang kini dinyatakan sebagai zona merah.

Zona merah tersebut merupakan wilayah yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap potensi bencana susulan. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perlindungan bagi warga yang terdampak serta pengaturan kembali pemanfaatan wilayah di sekitar lokasi bencana.

Bagi masyarakat Pasir Langu, bencana ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka mendalam bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. 

Pemerintah desa bersama berbagai pihak kini terus berupaya memastikan penanganan korban dan keluarga yang ditinggalkan dapat berjalan dengan baik.***

























Sumber      : Liputan
Pewarta     : Asep Jabrig
Editor         : R Taufiq Nugraha / Adhel

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak